Sabtu, 03 Juli 2021

Dari Banyak Bicara Hingga Jadi Pembicara

 

Penuh semangat: (kiri) Cita Cita Nur Qomariyah menjadi pembawa acara di resepsi pernikahan salah satu keluarga di pondok pesantren Dresmo bersama Nisa Sabyyan (kanan).


“Tapi yang jelas saya sejak kecil suka ngomong sih,” itulah awal mula perempuan bergingsul tersebut unjuk gigi tentang bakatnya. Kesukaanya dalam beretorika sejak dini mengantarkan petualangannya Cita Nur Qomariyah mengisi acara hajatan level kampung hingga level gedung putih alias istana presiden. 

Perempuan kelahiran 11 Maret tersebut menggeluti dunia public speaking sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Mulai menjadi Master Ceremony (MC) saat upacara bendera, hingga protokoler adalah cara perempuan kelahiran kota angin tersebut mengasah bakatnya.

“Saya selalu memilih itu, kalau saya boleh memilih saya akan selalu memilih menjadi MC,” tegasnya saat diwawancarai kru 6 via WA.

Disamping itu untuk mengoktimalkan bakatnya dalam public speaking, ketika tinggal di pondok Pesantren Darul Ulum 3, ia sering mengikuti aktivitas  yang mengarah pada seni dan religi seperti group sholawat al-banjari, merching band, dan qiro'ah.

“Ketika saya di pondok saya sangat antusias ketika ada acara muhadloroh, qitobah, dan lain-lain. jadi hal-hal yang terkait penampilan saya di depan publik itu sangat saya minati,” tambahnya. 

Perempuan lulusan pesantren Darul Ulum 3 tersebut saat ini berprofesi menjadi Dosen luar biasa disalah satu kampus Islam negeri, di kota Surabaya. Kegemarannya dalam mendalami ilmu-ilmu retorika mengantarkan dirinya menjadi pembicara berkeliling di berbagai tempat. Tak sedikit juga mulai dari  komunitas, organisasi, hingga kampus sering mengundangnya sebagai pembicara yang memiliki kompetensi dan integritas.

Perempuan yang dikenal memiliki multitalenta ini memilih menajdi public speaker sebagai keilmuan yang digeluti bukan tanpa alasan. Cita menjelaskan bahwa cara menyebar kebaikan dengan mendalami ilmu public speaking. Selain itu ia menegaskan bahwa tidak ada suatu keilmuan yang tidak berkaitan dengan public speaking.

“Saya rasa anak muda sekarang harus mempelajari ini, sehebat apapun isi otak kita, kalau kita tidak dapat mempresentasikan ke ranah publik tidak akan menjadi manfaat yang maksimal,” tambahnya.

Disamping aktivitasnya menjadi dosen, perempuan yang memiliki tiga putra tersebut juga aktif sebagai vokalis grup band gambus, dan menjadi owner serta menjabat sebagai wakil direktur Cita Intertaiment. Berkat keuletan dan kesabaran Cita saat ini mampu mengembangkan hobi dan kesenangannya menjadi sebuah karier dan bisnis.

Selain lihai dalam beretorika, perempuan yang mengidolakan Almarhum Kyiai Hasyim Muzadi ini sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga  menekuni hobi olah raga seperti tenis meja yang puncak prestasinya, mengantarkan dirinya mewakili ketingkat provinsi menjadi atlit tenis meja.

"selain itu saya juga menekuni beladiri Kempo, voli, senam, dan yoga olah tubuh lainnya, yang itu sangat menunjang kualitas pernafasan kita, karna menjadi seorang public speaker hal itu sangat penting," tambahnya.

Perempuan segudang bakat ini ketika duduk di bangku pesantren sering menorehkan prestasi akademik maupun non akademik. seperti halnya ia pernah mendapatkan juara dan diminta mewakili sekolah untuk mengikuti kompetisi bergengsi. Seperti pernah menyabet juara 1 mayored terbak festival dramband pada tahun 1990, MTQ juara 2 sekabupaten Jombang, serta juara 1 baca puisi sekabupaten Jombang.(Ga)

Penulis: Uma Ageng Pathu P (B71218087) / JR3 / Praktikum 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bunda Cita: Karena Kesuksesan Tidak Akan ada Artinya Ketika Keluarga Berantakan

  Potret bunda cita bersama keluarga yang diunggah di akun instagramnya @citahelmy Menjadi seorang professional dalam dunia hiburan menuntut...