![]() |
| Prihananto saat presentasi buku Madzhab Dakwah Wasathiyyah Sunan Ampel di depan tamu undangan di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jumat (26/3) |
Surabaya- Tim penulis buku Madzhab Dakwah Wasathiyyah Sunan Ampel, Prihananto, mengaku bahwa ada
dua hal yang menjadi dasar bahwa dakwah
sunan ampel bermahzab wasathiyah, yakni yang pertama kosmologi dakwah dan
kulturasi dakwah.
Prihananto dalam presentasinya menegaskan yang
dimaksut dengan kosmologi
dakwah, yakni sunan ampel dalam aktivitas dakwahnya senantiasa menyeimbangkan
dengan alam sekitarnya, selain itu yang dimaksut dengan kulturasi dakwah ialah gerak
kulural Sunan Ampel yang berkaitan dengan kultur budaya.
“Dua base line
inilah yang membuat kita berani mengklaim bahwa dakwah sunan ampel bermahzab
wasathiyah,” tambahnya, saat mempresentasikan buku Madzhab Dakwah
Wasthiyah Sunan Ampel di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jumat (26/3).
Selain itu, buku ini merupakan sebuah konsep
baru dengan substansi lama yang menghadirkan sebuah rekontruksi sejarah sekian
ratus tahun yang lalu mengenai konsep dakwah wasathiyah Sunan Ampel.
Di samping itu, perbedaan buku ini dengan buku-buku
lain yakni dalam pembuatannya mengakses delapan sumber primer langsung.
“Sebelum buku ini selesai ditulis, kita juga menghadirkan sejarawan kondang nusantara yaitu Bapak Ahmad Basu dan Agus
Sunyoto yang terkenal keahliannya dalam bidang perwalian,” tambahnya.
Buku ini menjelaskan bagaimana kiprah Sunan Ampel, Selain itu menjelaskan silsilah Sunan Ampel lebih dekat meliputi masa kelahirannya, sampai hijrah ke Jawa lalu menyebarkan Islam di Ampel Denta, hingga menceritkan akhir hayatnya.
Lelaki berbaju batik tersebut, juga menjelaskan
bahwa pembuatan buku Madzhab Dakwah Wasathiyah Sunan Ampel merupakan amanah bersama
untuk menjunjung tinggi dan bertanggung jawab terhadap nama Sunan Ampel.
“Bukanlah pekerjaan yang mudah maka
bagaimanapun juga harus kita lakukan,” pungkasnya.
Selain peluncuran buku Madzhab Dakwah Wasathiyyah
Sunan Ampel, Acara Milad Emas FDK Ke-50 juga dimeriahkan dengan pelaunching Da’wah Wasathiyyah
Center For Research and Publication oleh menteri agama Yaqut Cholil Qoumas. (Kelompok 6)


