Selasa, 08 Juni 2021

Multimedia Journalism : Perbandingan Jurnalisme Dulu dengan Sekarang

 

Penuh Antusias: Riza Roidilla Mufti saat menerangkan jurnalsime era saat ini di International workshop, via zoom Sabtu, (5/6).

Surabaya -  Sabtu, (5/6) International workshop bertajuk  “Multimedia Journalism”  berhasil digelar oleh  Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas  Islam Negeri  Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Workshop kali ini menjelaskan pengetahuan seputar multimedia journalism, dengan salah satu topik yakni perbedaan jurnalisme dulu dengan jurnalisme sekarang.

Kegiatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada pukul 13:00-16:30 WIB ini menghadirkan dua orang pemateri yaitu Anbreen Yasin, seorang Penulis di Media Massa Internasional yang berasal dari Pakistan dan Riza Roidila seorang jurnalis multimedia yang saat ini tinggal di Belgia. 

Dalam pemaparannya Riza menyampaikan bahwa jurnalisme, delapan sampai sepuluh tahun yang lalu dengan jurnalisme saat ini sangatlah berbeda. Perbedaanya yakni delapan tahun yang lalu jurnalis dalam menulis sebuah berita menggunakan komputer dan harus datang ke news room.

“Berbeda dengan jurnalis saat ini, mereka tidak perlu lagi kembali ke news room, seorang jurnalis diharapkan bisa bekerja dengan cepat menggunakan alat digital dan gadget di tempat,” terang perempuan dalam presentasinya.

Penuh Semangat: Riza  Roidilla Mufti saat menyimpulkan tiga poin penting yang harus dimiliki seorang jurnalis


Selain itu Riza juga menyimpulkan jurnalisme saat ini ke dalam tiga poin penting diantaranya yang pertama jurnalis saat ini sangat paham teknologi digital, dan smartphone adalah sahabat mereka, selanjutnya yang kedua, jurnalis diharapkan bisa bekerja dengan cepat karena mereka harus langsung menulis dan mengirimkan berita di tempat, yang terakhir jurnalis juga diharapkan memiliki keterampilan multimedia tidak hanya menulis namun juga mengambil foto ataupun video.

Riza juga menegaskan bahwa seorang jurnalis harus mandiri dan mampu menguasai banyak keterampilan karena akan ada banyak acara yang perlu diliput dalam satu hari.

News room tidak memiliki jumlah fotografer dan videografer sebanyak jurnalis. Jadi apabila kita pergi meliput tanpa ditemani seorang fotografer atau videografer kita bisa mengambilnya sendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, kegiatan ini dimoderatori oleh dosen KPI Fikry Zahria lalu dibuka oleh Dekan FDK, Abdul Halim sekaligus memberikan opening speech. Selain itu dihadiri juga oleh Kepala Prodi (Kaprodi) KPI, Abdul Syakur dan mahasiswa KPI sebagai peserta baik dari angkatan 2020 hingga 2018. (ike)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bunda Cita: Karena Kesuksesan Tidak Akan ada Artinya Ketika Keluarga Berantakan

  Potret bunda cita bersama keluarga yang diunggah di akun instagramnya @citahelmy Menjadi seorang professional dalam dunia hiburan menuntut...